PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN MENDUKUNG UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT    |    MARI WUJUDKAN DIREKTORAT JENDERAL PSDKP SEBAGAI WILAYAH BEBAS KORUPSI    |    PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN MENDUKUNG PENCIPTAAN IKLIM USAHA YANG KONDUSIF    |    MARI KITA JAGA DAN LINDUNGI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN DARI KEGIATAN ILEGAL DAN MERUSAK    |    STOP ILLEGAL FISHING DAN KEGIATAN YANG MERUSAK SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN    |   

INFO TERKINI

PENYIDIK PERIKANAN LELANG BARANG BUKTI IKAN SENILAI 1,5 MILYAR RUPIAH

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta berhasil melelang benda sitaan berupa ikan beku campuran yang diantaranya terdiri dari ikan cakalang, layang, salem, baby tuna, tuna, kambing-kambing, dan marlin/meka. Ikan sejumlah sekitar 96.550 kg ditetapkan dengan penawaran tertinggi sebesar Rp. 1.550.000,000,-. Pelelangan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2017 di kantor Pangkalan PSDKP Jakarta yang terletak di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Muara Baru Jakarta Utara.

Lelang dilakukan dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta II dengan didahului proses pendaftaran, aanwijzing, dan peninjauan lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2017 mulai pukul 08.00 WIB. Kemudian dilakukan lelang secara terbuka pada pukul 13.00 WIB dan ditutup oleh pejabat lelang KPKNL Jakarta II Kementerian Keuangan.
Selanjutnya, pihak pemenang di wajibkan menyelesaikan administrasi dan pembayaran paling lambat 5(lima) hari kerja setelah hari penutupan pelelangan oleh pejabat lelang.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Eko Djalmo Asmadi menyampaikan hasil lelang yang dilaksanakan pada hari ini merupakan harga terbaik yang didapat oleh pihaknya beserta KPKNL II Jakarta, Kementerian Keuangan karena pelelangan dilaksanakan secara terbuka dan transparan serta menghimbau kepada pihak yang telah ditetapkan sebagai pemenang agar segera meyelesaikan administrasi dan pembayarannya.

Lanjut eko, ikan yang dilelang merupakan barang sitaan yang berasal dari kapal yang tengah dilakukan proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Pangkalan PSDKP Jakarta. Lelang tersebut dilaksanakan setelah mendapat penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tutupnya.

Lelang terhadap benda sitaan tersebut dilakukan sesuai Pasal 45 KUHAP yang menyatakan bahwa dalam hal benda sitaan terdiri atas benda yang dapat lekas rusak atau yang membahayakan, sehingga tidak mungkin untuk disimpan sampai putusan pengadilan terhadap perkara yang bersangkutan memperoleh kekuatan hukum tetap atau jika biaya penyimpanan benda tersebut akan menjadi terlalu tinggi, sejauh mungkin dengan persetujuan tersangka atau kuasanya dapat diambil tindakan beberapa tindakan. Salah satunya adalah apabila perkara masih ada ditangan penyidik atau penuntut umum, benda tersebut dapat dijual lelang atau dapat diamankan oleh penyidik atau penuntut umum, dengan disaksikan oleh tersangka atau kuasanya. Hasil pelelangan benda yang bersangkutan yang berupa uang dipakai sebagai barang bukti.(EY/SBO)