PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN MENDUKUNG UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT    |    MARI WUJUDKAN DIREKTORAT JENDERAL PSDKP SEBAGAI WILAYAH BEBAS KORUPSI    |    PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN MENDUKUNG PENCIPTAAN IKLIM USAHA YANG KONDUSIF    |    MARI KITA JAGA DAN LINDUNGI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN DARI KEGIATAN ILEGAL DAN MERUSAK    |    STOP ILLEGAL FISHING DAN KEGIATAN YANG MERUSAK SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN    |   

SIARAN PERS

KAPAL PENGAWAS KKP KEMBALI TANGKAP ENAM KAPAL IKAN ASING

KAPAL PENGAWAS KKP KEMBALI TANGKAP

ENAM KAPAL IKAN ASING

 

Jakarta (16/6). Setelah menangkap 7 (tujuh) kapal berbendera Vietnam di perairan Natuna Kepulauan Riau pada tanggal 10 Juni 2016 yang lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Perikanan kembali menangkap 6 (enam) kapal perikanan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) pada tanggal 15 dan 16 Juni 2016. Keenam kapal tersebut terdiri dari 4 (empat) KIA berbendera Vietnam dan 2 (dua) KIA berbendera Filipina. Demikian disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Sjarief Widjaja, di Jakarta (16/6).

Selanjutnya Sjarief menjelaskan dua kapal berbendera Filipina ditangkap oleh KP. Hiu 007, di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut Sulawesi pada tanggal 15 Juni 2016 sekitar pukul 16.40 WITA. Kapal dengan nama KM. FBca. JUSTINE (4 GT, 8 ABK WNA Filipina) dan KM. FBca. SNATOP (5 GT, 8 ABK WNA Filipina) ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa ijin. Untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, kedua kapal tersebut dikawal menuju dermaga Pangkalan PSDKP Bitung, Sulawesi Utara.

Sehari kemudian dua kapal pengawas KKP kembali berhasil menangkap 4 (empat) KIA berbendera Vietnam di perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau pada tanggal 16 Juni 2016. Tiga kapal atas nama BV 5286 TS (10 ABK WNA Vietnam), BV 5295 TS (3 ABK WNA Vietnam), dan BV 93186 TS (2 ABK WNA Vietnam), ditangkap oleh KP. Orca 001. Sedangkan 1 (satu) kapal BV 5352 TS (26 ABK WNA Vietnam) ditangkap oleh KP. Hiu Macan 005. Keempatnya ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari Pemerintah RI dan menggunakan alat tangkap terlarang trawl. Selanjutnya kapal-kapal tersebut dikawal ke Satuan Kerja PSDKP Natuna untuk proses hukum lebih lanjut.

Untuk sementara ini kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Tujuh puluh tiga kapal ditangkap KKP selama 2016

Dengan penangkapan 6 (enam) KIA tersebut menambah jumlah kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh armada Kapal Pengawas Perikanan selama 2016. Sejak Januari sampai dengan saat ini, KKP setidaknya telah berhasil menangkap 73 (tujuh puluh tiga) kapal ikan pelaku illegal fishing, yang terdiri dari 66 (enam puluh enam) kapal perikanan asing (KIA), dengan rincian 41 (empat puluh satu) kapal berbendera Vietnam, 16 (enam belas) kapal berbendera Malaysia, 8 (delapan) kapal berbendera Filipina, dan 1 (satu) kapal berbendera Thailand. Sedangkan kapal berbendera Indonesia yang ditangkap sebanyak 7 (tujuh) kapal, pungkas Sjarief.